MASALAH KESEHATAN BERBASIS LINGKUNGAN DI WILAYAH PESISIR KABUPATEN KONAWE SELATAN
Wilayah
pesisir merupakan satu areal dalam lingkungan hidup yang sangat penting
diperhatikan baik pengelolaan secara administrasi, pengelolaan habitat hidup,
maupun pengelolaan sanitasi lingkungan hidup. Sanitasi lingkungan merupakan
salah satu program prioritas dalam agenda internasional Millennium
Development Goals (MDGs) yang ditujukan dalam rangka memperkuat pembudayaan
hidup bersih dan sehat, mencegah penyebaran penyakit berbasis lingkungan, meningkatkan
kemampuan masyarakat serta mengimplementasikan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan
akses air minum dan sanitasi dasar secara berkesinambungan dalam pencapaian
MDGs tahun 2015.
World
Bank Water Sanitation Program (WSP) mengungkapkan, bahwa Indonesia berada diurutan kedua
di dunia sebagai negara dengan sanitasi buruk. Menurut data yang dipublikasikan
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), 63 juta penduduk Indonesia tidak memiliki toilet
dan masih buang air besar (BAB) sembarangan di sungai, lautan atau di permukaan
tanah.
Berdasarkan
hasil Profil Kesehatan Indonesia (2008) diketahui bahwa cakupan perumahan sehat
di Indonesia masih rendah yaitu hanya 47,9% dibandingkan dengan target secara
nasional yaitu 80%. Indikator rumah sehat dapat dilihat dari akses terhadap air
bersih, penggunaan jamban keluarga, jenis lantai rumah, jenis dinding. Secara
nasional persentase rumah tangga dengan sumber air minum layak sebesar 70,97%
terdapat 52,72% rumah tangga memiliki jarak sumber air minum dari
pompa/sumur/mata air terhadap tempat penampungan kotoran akhir/tinja sebesar
> 10 meter, dan 22% rumah tangga di Indonesia masih mempunyai kebiasaan
buruk dalam hal membuang sampah.
Rumah tangga
yang sudah membuang sampahnya dengan baik hanya 21%, dan 57% rumah tangga cara
membuang sampahnya tergolong cukup baik, dan rumah tangga persentase rumah
tangga yang memiliki sendiri fasilitas tempat buang air besar sebesar 59,86%,
rumah tangga yang memiliki bersama 12,95%, umum sebesar 4,33% dan tidak ada
sebesar 22,85%, sedangkan rumah tangga yang mempunyai jenis lantai yang
memenuhi syarat kesehatan hanya 47,2%. Keadaan ini memberikan gambaran bahwa
secara keseluruhan cakupan rumah sehat di Indonesia masih rendah, sehingga
berdampak terhadap kesehatan masyarakat.
Penyakit
berbasis lingkungan merupakan penyebab kematian di Indonesia. Pada tahun 2001-
2015, kematian yang disebabkan oleh penyakit berbasis lingkungan, diantaranya
Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) menduduki peringkat pertama dengan
jumlah 15,7% kematian, penyakit Tuberculosis (TBC) menduduki peringkat kedua
dengan jumlah 9,6% kematian. Diare menduduki peringkat ketiga dengan jumlah
7,4% kematian. Secara total penyakit berbasis lingkungan menyumbangkan 33% atau
sepertiga total kematian seluruh kelompok umur. Sedangkan pada kelompok balita,
pola penyebab kematian ini lebih tinggi lagi yaitu 30,8% kematian dan menduduki
urutan pertama pola penyakit pada balita sebanyak 19,4 per 1000 balita.
Indonesia
berada diurutan kedua di dunia sebagai negara dengan sanitasi buruk. Karena
masih ada saja masyarakat tidak memiliki toilet dan masih buang air besar (BAB)
sembarangan di sungai, lautan atau di permukaan tanah. Hal ini dapat mencemari
sungai, lautan maupun permukaan serta dapat menimbulkan bibit penyakit pada masyarakat
pesisir.
Kategori
perumahan sehat dapat dilihat dari akses terhadap air bersih, penggunaan jamban
keluarga, jenis lantai rumah, jenis dinding. Tetapi masih saja di temui prilaku
tidak sehat yaitu masih mempunyai kebiasaan buruk dalam hal membuang sampah.
Penyakit
berbasis lingkungan merupakan penyebab kematian di Indonesia. Kematian yang
disebabkan oleh penyakit berbasis lingkungan, diantaranya Infeksi Saluran
Pernafasan Akut (ISPA) , penyakit Tuberculosis (TBC), dan Diare.
Faktor risiko
penyakit berbasis lingkungan antara lain disebabkan oleh faktor lingkungan
serta perilaku hidup bersih dan sehat yang masih rendah. Berdasarkan aspek
sanitasi tingginya angka penyakit berbasis lingkungan banyak disebabkan tidak
terpenuhinya kebutuhan air bersih masyarakat, pemanfaatan jamban yang masih
rendah, tercemarnya tanah, air, dan udara karena limbah rumah tangga, limbah
industri, limbah pertanian, sarana transportaasi, serta kondisi lingkungan
fisik yang memungkinkan.
Tetapi penyakit berbasis lingkungan bisa kita
cegah dengan merubah pola prilaku dengan menjaga kebersihan, membangun sanitasi
yang baik, serta menerapkan pola hidup sehat pada keluarga.
Nice ira
BalasHapusMntap...kak
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapuswahow
BalasHapusnice kak
BalasHapusMantulll tul
BalasHapusMantap kk
BalasHapusMantap kk
BalasHapusMantap kk
BalasHapusMantap kk
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusMantap kk
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusWah keren sekali deh
BalasHapusMantul
BalasHapusNice
BalasHapusNice
BalasHapusGood😊
BalasHapusWawww sukses irawati :)
BalasHapusSangat bermanfaat kak .. 😍
BalasHapusSaya dari pesisir
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSuksess panutankuu ;)
BalasHapussukseskan
BalasHapusbisami jadi penuliss
BalasHapusTerimakasih mnterinya sngt brmnafaat
BalasHapusSangat bermanfaat��
BalasHapus👍👍
BalasHapusSangat bermanfaat 😇
BalasHapusSangat bermanfaat 😇
BalasHapusSangat bermanfaat 😇
BalasHapusNice info
BalasHapusMkasih kak ilmunya sngat bermanfaat 😀
BalasHapusNice
BalasHapussaya dipaksa komen sama yang punya, ibu/bapa dosen kasi C saja dia
BalasHapussetelah saya baca-baca saya tarik kata-kata saya kasi saja nilai lebih bu. Isra sudah mulai pintar mi dikit, Alhamdulillah. papa bangga.
BalasHapusWow...Nice
BalasHapusNice isro
BalasHapusBolehlah👏
BalasHapusSangat bermanfaat, dan masyarakat perlu tau ttg penyakit berbasis lingkungan
BalasHapusSangat bermanfaat nfonya 😇
BalasHapusGood people!
BalasHapusMantap soul!
BalasHapusMantapp isra
BalasHapusMeterinya sangat bagus sekaliiiiiiii..4 jempol buat kak isra
BalasHapusWaow amazing
BalasHapusWaow amazing
BalasHapusWow
BalasHapusMaterinya bagus untuk dibaca dan menambah wawasan mengenai pola hidup sehat
BalasHapussotta.. padahal ini da tidak baca
HapusAyooo hidup sehat dengan dimulai dari kita sendiri, buang sampah pada tempatx dan buat perubahan dgn membangun sanitasi dilingkungan kt
HapusMantapa dek😆😆😆
BalasHapusMantapa dek😆😆😆
BalasHapusmaterinya sangat bagus....
BalasHapustapi saya lihat2 ko masih jomloh
ko mau kh jadi pacarku??
Sangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusWah, infonya sngat pnting dan bermanfaat :))
BalasHapusSangat bermanfaat sekalii
BalasHapusMaterinya sngat bagus dan sangat bermanfaat 👏👍
BalasHapuswahhh... isra makan kanji
BalasHapuskak isra ji
Nice
BalasHapusPermasalahan kesehatan pada wilayah terpencil sudah seharus nya menjadi salah satu fokus pemerintah
BalasHapusBagus baget,semoga dapat diterapkan pola hidup sehat😊
BalasHapusWoowwwwwnya ini materi
BalasHapus(Manami bonekaku? Ko sudah cuciji? )
Woowwwwwnya ini materi
BalasHapus(Manami bonekaku? Ko sudah cuciji? )
semoga bermanfaat😊
BalasHapus