Jumat, 13 Desember 2019

IRAWATI

 

 MASALAH KESEHATAN BERBASIS LINGKUNGAN DI WILAYAH PESISIR KABUPATEN KONAWE SELATAN


Wilayah pesisir merupakan satu areal dalam lingkungan hidup yang sangat penting diperhatikan baik pengelolaan secara administrasi, pengelolaan habitat hidup, maupun pengelolaan sanitasi lingkungan hidup. Sanitasi lingkungan merupakan salah satu program prioritas dalam agenda internasional Millennium Development Goals (MDGs) yang ditujukan dalam rangka memperkuat pembudayaan hidup bersih dan sehat, mencegah penyebaran penyakit berbasis lingkungan, meningkatkan kemampuan masyarakat serta mengimplementasikan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan akses air minum dan sanitasi dasar secara berkesinambungan dalam pencapaian MDGs tahun 2015.
World Bank Water Sanitation Program (WSP) mengungkapkan, bahwa Indonesia berada diurutan kedua di dunia sebagai negara dengan sanitasi buruk. Menurut data yang dipublikasikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), 63 juta penduduk Indonesia tidak memiliki toilet dan masih buang air besar (BAB) sembarangan di sungai, lautan atau di permukaan tanah.
Berdasarkan hasil Profil Kesehatan Indonesia (2008) diketahui bahwa cakupan perumahan sehat di Indonesia masih rendah yaitu hanya 47,9% dibandingkan dengan target secara nasional yaitu 80%. Indikator rumah sehat dapat dilihat dari akses terhadap air bersih, penggunaan jamban keluarga, jenis lantai rumah, jenis dinding. Secara nasional persentase rumah tangga dengan sumber air minum layak sebesar 70,97% terdapat 52,72% rumah tangga memiliki jarak sumber air minum dari pompa/sumur/mata air terhadap tempat penampungan kotoran akhir/tinja sebesar > 10 meter, dan 22% rumah tangga di Indonesia masih mempunyai kebiasaan buruk dalam hal membuang sampah.
Rumah tangga yang sudah membuang sampahnya dengan baik hanya 21%, dan 57% rumah tangga cara membuang sampahnya tergolong cukup baik, dan rumah tangga persentase rumah tangga yang memiliki sendiri fasilitas tempat buang air besar sebesar 59,86%, rumah tangga yang memiliki bersama 12,95%, umum sebesar 4,33% dan tidak ada sebesar 22,85%, sedangkan rumah tangga yang mempunyai jenis lantai yang memenuhi syarat kesehatan hanya 47,2%. Keadaan ini memberikan gambaran bahwa secara keseluruhan cakupan rumah sehat di Indonesia masih rendah, sehingga berdampak terhadap kesehatan masyarakat.
Penyakit berbasis lingkungan merupakan penyebab kematian di Indonesia. Pada tahun 2001- 2015, kematian yang disebabkan oleh penyakit berbasis lingkungan, diantaranya Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) menduduki peringkat pertama dengan jumlah 15,7% kematian, penyakit Tuberculosis (TBC) menduduki peringkat kedua dengan jumlah 9,6% kematian. Diare menduduki peringkat ketiga dengan jumlah 7,4% kematian. Secara total penyakit berbasis lingkungan menyumbangkan 33% atau sepertiga total kematian seluruh kelompok umur. Sedangkan pada kelompok balita, pola penyebab kematian ini lebih tinggi lagi yaitu 30,8% kematian dan menduduki urutan pertama pola penyakit pada balita sebanyak 19,4 per 1000 balita.

Indonesia berada diurutan kedua di dunia sebagai negara dengan sanitasi buruk. Karena masih ada saja masyarakat tidak memiliki toilet dan masih buang air besar (BAB) sembarangan di sungai, lautan atau di permukaan tanah. Hal ini dapat mencemari sungai, lautan maupun permukaan serta dapat menimbulkan bibit penyakit pada masyarakat pesisir.

Kategori perumahan sehat dapat dilihat dari akses terhadap air bersih, penggunaan jamban keluarga, jenis lantai rumah, jenis dinding. Tetapi masih saja di temui prilaku tidak sehat yaitu masih mempunyai kebiasaan buruk dalam hal membuang sampah.
Penyakit berbasis lingkungan merupakan penyebab kematian di Indonesia. Kematian yang disebabkan oleh penyakit berbasis lingkungan, diantaranya Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) , penyakit Tuberculosis (TBC), dan Diare.
Faktor risiko penyakit berbasis lingkungan antara lain disebabkan oleh faktor lingkungan serta perilaku hidup bersih dan sehat yang masih rendah. Berdasarkan aspek sanitasi tingginya angka penyakit berbasis lingkungan banyak disebabkan tidak terpenuhinya kebutuhan air bersih masyarakat, pemanfaatan jamban yang masih rendah, tercemarnya tanah, air, dan udara karena limbah rumah tangga, limbah industri, limbah pertanian, sarana transportaasi, serta kondisi lingkungan fisik yang memungkinkan.

 Tetapi penyakit berbasis lingkungan bisa kita cegah dengan merubah pola prilaku dengan menjaga kebersihan, membangun sanitasi yang baik, serta menerapkan pola hidup sehat pada keluarga.
 

69 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. Terimakasih mnterinya sngt brmnafaat

    BalasHapus
  8. Mkasih kak ilmunya sngat bermanfaat 😀

    BalasHapus
  9. saya dipaksa komen sama yang punya, ibu/bapa dosen kasi C saja dia

    BalasHapus
  10. setelah saya baca-baca saya tarik kata-kata saya kasi saja nilai lebih bu. Isra sudah mulai pintar mi dikit, Alhamdulillah. papa bangga.

    BalasHapus
  11. Sangat bermanfaat, dan masyarakat perlu tau ttg penyakit berbasis lingkungan

    BalasHapus
  12. Meterinya sangat bagus sekaliiiiiiii..4 jempol buat kak isra

    BalasHapus
  13. Materinya bagus untuk dibaca dan menambah wawasan mengenai pola hidup sehat

    BalasHapus
    Balasan
    1. sotta.. padahal ini da tidak baca

      Hapus
    2. Ayooo hidup sehat dengan dimulai dari kita sendiri, buang sampah pada tempatx dan buat perubahan dgn membangun sanitasi dilingkungan kt

      Hapus
  14. materinya sangat bagus....

    tapi saya lihat2 ko masih jomloh
    ko mau kh jadi pacarku??

    BalasHapus
  15. Wah, infonya sngat pnting dan bermanfaat :))

    BalasHapus
  16. Materinya sngat bagus dan sangat bermanfaat 👏👍

    BalasHapus
  17. wahhh... isra makan kanji
    kak isra ji

    BalasHapus
  18. Permasalahan kesehatan pada wilayah terpencil sudah seharus nya menjadi salah satu fokus pemerintah

    BalasHapus
  19. Bagus baget,semoga dapat diterapkan pola hidup sehat😊

    BalasHapus
  20. Woowwwwwnya ini materi





    (Manami bonekaku? Ko sudah cuciji? )

    BalasHapus
  21. Woowwwwwnya ini materi





    (Manami bonekaku? Ko sudah cuciji? )

    BalasHapus